Kecakapan Hidup Abad Ke-21 dalam Tokoh Utama Dongeng Jawa Timur Kajian Antropologi Sastra

Rian Damariswara

Sari

ABSTRAK

Tokoh utama dalam dongeng Jawa Timur memiliki sisi lain yang perlu diungkap. Sisi lain tersebut, yakni kecakapan hidup yang dimiliki tokoh utama dalam menyelesaikan masalah yang dihadapinya. Kecakapan hidup tersebut, memiliki relevansi dengan kecakapan hidup di abad ke-21. Jadi, dengan menganalisis kecakapan hidup tokoh utama secara otomatis peneliti dan pembaca dapat mengetahui bahwa tokoh-tokoh dongeng yang terdapat di Jawa Timur memiliki budaya hidup yang baik untuk dijadikan contoh dan motivasi.Untuk mengungkap kecakapan hidup abad ke-21 pada tokoh utama dongeng Jawa Timur menggunakan kajian antropologi sastra.Penelitian ini termasuk deskriptif kualitatif. Sumber data adalah teks dongeng Jawa Timur. Teknik yang digunakan adalah studi dokumenter. Kecakapan hidup abad ke-21 yang ditemukan pada dongeng Jawa Timur sebagai berikut. Pertama, berpikir kritis dan pemecahan masalah. Semua tokoh utama dalam dongeng memiliki pemikiran kritis sehingga dapat memecahkan masalah. Kedua, kreativitas dan inovasi yang ditemukan yakni jenis pengembangan dan sintesis. Inovasi pengembangan yang ditemukan adalah adanya alat bajak sawah dari batu menjadi kayu dan ditarik sapi serta dapat dipergunakan sebagai sarana hiburan. Alat tersebut diberi nama karapan sapi.  Inovasi sintesis adalah menggabungkan segala sesuatu yang dimiliki untuk dijadikan sesuatu yang baru. Seperti pada dongeng Asal Mula Reog Ponorogo,yakni menggabungkan kepala tokoh Singabarong dengan burung merak sehingga dinamakan reog ponorogo. Ketiga, kolaborasi antaranggota dan pemimpin dengan bawahan. Keempat, komunikasi yakni berupa diskusi, pengarahan, berkeluh kesah, dan perintah.

Kata kunci: Kecakapan hidup abad ke-21, Tokoh utama, Dongeng


ABSTRACT

The main character in the East Java fable has another side that needs to be revealed. The other side, namely the life skills possessed by the main character in solving the problems they face. Life skills, have relevance to 21st century life skills. Therefore, by analyzing the life skills of the main characters automatically the researcher and reader can find out that the fairy tale figures in East Java which have a good life culture to be used as an example and motivation. To uncover 21st century life skills in the main characters of the East Javanese fable, the study of literary anthropology is used. This research is descriptive qualitative. The data source is the text of a fairy tale in East Java. The technique used is documentary study. The 21st century life skills found in the East Java fable are as follows. First, critical thinking and problem solving. All the main characters in fairy tales have critical thinking so they can solve problems. Second, the creativity and innovation found are types of development and synthesis. Development innovation that was found was the existence of a rice plow from stone to wood and pulled by cows and could be used as a means of entertainment. The tool is named Karapan Sapi. Synthesis of innovation is to combine everything that is owned to be something new. As in the fable of Reog Ponorogo, which combines the head of the Singabarong character with a peacock so it is called Reog Ponorogo. Third, collaboration between members and leaders with subordinates. Fourth, communication in the form of discussion, direction, complaints, and orders.

Keyword: 21st century life skills, The main character, Fairy tale


Kata Kunci

sastra

Teks Lengkap:

PDF

Referensi

Damariswara, R. (2018). Konsep Dasar Kesusastraan. Banyuwangi: LPPM IAI Ibrahimy.

Endraswara, Suwardi. (2011). Metode Penelitian Sastra. Yogyakarta: CAPS.

Endraswara, Suwardi. (2013). Metodologi Penelitian Antropologi Sastra. Yogyakarta: Ombak.

Johnson, D., Johnson, R., Holubec, E. (2012). Colaboratif Learning Strategi Pembelajaran untuk Sukses Bersamai. Bandung: Nusa Media.

Kasnadi dan Sutejo. (2010). Kajian Prosa: Kiat Menyisis Dunia Prosa. Ponorogo: Spectrum.

Kouzes JM and Posner BZ. (2007). The Leadership Challenge 4th Editional, John Wiley&Sons Inc.

Kuratko, Dona F. And Richard M. Hodgets. (1995). Entrepreneurship, A. Contemporary Approach, Englewood ciffs New Jesey, Prentice Hall.

Ningsih, Zain Rochmati. (2018). Kearifan Budaya Lokal Masyarakat Jawa dalam Novel Genduk Karya Sundari Mardjuki (Kajian Antropologi Sastra). Dalam Jurnal BAPALA. (Online), Vol.1, No.1, 11 halaman. https://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/index.php/bapala/article/view/24460

Putranto, Andi. (2003). Pandangan Masyarakat Gunung Kidul terhadap Pelarian Majapahit sebagai Leluhurnya (Kajian atas Data Arkeologi dan Antropologi). Jurnal Humaniora, 10 halaman. https:// https://journal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/790

Ratna, Nyoman Kutha. (2011). Antropologi Sastra: Peranan Unsur-Unsur Kebudayaan dalam Proses Kreatif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Redecter, C., Ala-Mutka, K., Leis, M., Leendertse, M., Punie, Y., Gijsbers, G., Kirschner, P., Stoyanov, S., and Hoogveld, B. (2010). The Future of Learning: Preparing for Change . Luxembourg: Publications Office of the European Union.

Santoso, H. (2009). Pengaruh Penggunaan Laboratorium Riil dan Laboratorium Virtuil pada Pembelajaran Fisika Ditinjau dari Kemampuan Berpikir Kritis Siswa. Tesis. Solo: PPS UNS.

Sumarno, U. (2013). Evaluasi dalam Pembelajaran Matematika. Bahan Ajar Perkuliahan Evaluasi dalam Pembelajaran Matematika Program S2 Pendidikan Matematika STKIP SILIWANGI: Tidak diterbitkan.

Stobaugh, R. (2013). Assesing Critical Thinking in Middle and High Schools: Meeting the Common Core. New York Routledge

Trilling, Bernie and Charles Fadel. (2009). 21st Century Skills: Learning for Life in Our Times. San Francisco: John Wiley & Sons.

Zubaidah, S. (2016). Keterampilan Abad ke-21: Keterampilan yang Diajarkan Melalui Pembelajaran. Dalam Seminar Nasional Pendidikan, Desember. Sintang: Program Studi Pendidikan Biologi.

Zubaidah, S. (2018). Keterampilan Abad ke-21: Bagaimana Membelajarkan dan Mengaksesnya. Jurnal Biologi-FMIPA-Universitas Negeri Malang.


DOI: http://dx.doi.org/10.30651/st.v13i2.4633
DOI (PDF): http://dx.doi.org/10.30651/st.v13i2.4633.g3016

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.