"Mother Earth" dalam Kerumunan Terakhir Karya Okky Madasari dan Bless Me Ultima Karya Rudolfo Anaya

Adeline Grace M. Litaay, Tri Pramesti, Truli Suksas Yustia, Mega Fadilla

Sari

ABSTRAK

Kerumunan Terakhir  karya Okky Madasari dan Bless me Ultima karya Rudolfo Anaya bercerita tentang peranan perempuan dalam menjaga alam. Di dalam Kerumunan Terakhir, Okky Madasari membandingkan kehidupan perempuan di puncak gunung dan di kota besar. Mirip dengan Okky Madasari, RudolfoAnaya juga menggambarkan kehidupan yang harmonis antara alam dan perempuan yang diwakili oleh Ultima di dalam Bless Me Ultima. Ultima tidak hanya memelihara alam, juga menggunakan alam untuk menyembuhkan penyakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana perempuan di representasikan sebagai “Mother Earth” dalam dua novel tersebut. Dengan metode Pembacaan secara heuristik dan hermenuetik serta menggunakan pendekatan ekofeminis dan teori sastra bandingan, representasi perempuan sebagai mother earth dianalisa dan diinterpretasikan sesuai dengan konteks dimana representasi itu muncul. Dari hasil pembahasan nampak adanya persamaan  antara novel Kerumunan Terakhir dan novel Bless Me Ultima dalam merepresentasikan mother Earth.  Si Mbah dan Ultima adalah mother earth yang menggunakan alam sebagai tempat belajar tentang kehidupan bagi manusia.

Kata kunci: pendekatan ekofeminis, mother earth, representasi, kritik sastra bandingan

 

ABSTRACT

Kerumunan Terakhirwritten by Okky Madasariand Bless me Ultima written by Rudolfo Anaya tell the story of  women in protecting nature. In Kerumunan Terakhir  Okky Madasaricompares the lives of women at the top of a mountain and in a big city. Similar to Okky Madasari, Rodolfo Anaya also describes the harmonious life between nature and woman represented by Ultima in Bless Me Ultima. Ultima does not only preserve nature, she also uses nature to cure illness. Using the heuristic reading method and applying the basic principles of ecofeminism about gender equality and the close relationship between women and nature, this paper tries to see how women are represented as mother earth in Indonesia and in the United States contained in these two novels. By using an ecofeminism approach and a comparative literary theory, the representation of women as mother earth will be analyzed and interpreted according to the context in which the representation appears.

Keyword: ecofeminism approach, mother earth, representation, comparative literature

Kata Kunci

pendekatan ekofeminis, mother earth, representasi, kritik sastra bandingan

Teks Lengkap:

PDF

Referensi

Adams, Carol. (2007). Ecofeminism and the Sacred. Continuum. pp. 1–8.

Anaya, Rudolfo. (1999). Bless Me Ultima. Grand Central Publishing USA

Gaard, Greta and Gruen, Lori. (1993). Ecofeminism: Toward Global Justice and Planetary Health in Society and Nature 2 p.1 -35

Glotfelty, Cheryll and Fromm, Harold (editor). (1996). The Ecocriticism Reader Landmarks in Literary Ecology. University of Georgia Press

Leeming, David Adams (2010). Creation Myths of the World: An Encyclopedia. 1 (2 (revised, illustrated) ed.). ABC-CLIO. p. 118. ISBN 978-1-59884-174-9

Madasari, Okky. (2016). Kerumunan Terakhir. Gramedia. Jakarta

Merchant, Carolyn (2005). "Ecofeminism". Radical Ecology. Routledge. pp. 193–221.


DOI: http://dx.doi.org/10.30651/st.v13i1.3651
DOI (PDF): http://dx.doi.org/10.30651/st.v13i1.3651.g2541

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.