Kajian Penanda Sosiokultural pada Cerita Rakyat Paser dan Berau karya Syahidin dkk. untuk Pengembangan Materi Ajar Krtitik Sastra

Indah Ika Ratnawati, Ari Musdolifah, Maryatin Maryatin

Sari

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan penanda sosiokultural dalam buku Cerita Rakyat Paser dan Berau karya Syahidin, dkk., dan mendeskripsikan pengembangan materi ajar kritik sastra melalui pendekatan sosiokultural. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan menggunakan desain educational research and development (R&D). Hasil penelitian ini adalah penanda yang terdapat dalam 20 cerita rakyat Paser dan 17 cerita rakyat Berau, yaitu cara berpikir rasional, sikap bijaksana, kebiasaan hidup gotong royong, sikap pantang menyerah, sikap tanggung jawab, sikap tolong menolong, kebiasaan hidup berburu, cara berpikir percaya takhayul, sikap saling menghargai, sikap bijaksana, cara berpikir tidak rasional, sikap gagah, sikap menghormati, sikap saling menyayangi, sikap musyawarah, sikap tabah dan berbesar hati, dan cara berpikir percaya hal ghaib, kebiasan hidup bertaqwa, pesta adat, pesta rasa syukur, proses mandudus, hidup berpindah-pindah, mangasa, mudik, upacara ritual, proses periapan pernikahan, mendirikan pondok, sikap selalu bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, sikap tenggang rasa, dan sikap pemberani. Sementara itu, pengembangan materi ajar dengan pendekatan sosiokultural layak untuk diterapkan pada proses belajar mengajar di kelas. Modul pengembangan materi ajar pendekataan sosiokultural, sudah melalui tes yang pertama. Mahasiswa dapat mengerjakaan beberapa pertanyaan dari dosen dengan nilai rata-rata 84.

Kata kunci: Cerita rakyat, sosiokultural, semiotik

 

ABSTRACT

The purpose of this study is to describe the socio-cultural markers in Cerita Rakyat Paser dan Berau books written by Syahidin, et al. and describe the development of literary criticism teaching material through a sociocultural approach. This research is a research development using the design of an educational research and development (R&D) research design. The results of this study indicate that the markers contained in 20 Paser folklore and 17 Berau folklore, namely the rational way of thinking, wise attitude, mutual living habits, unyielding attitude, attitude of responsibility, attitude to help, hunting habits, thinking superstition, mutual respect, thoughtful attitude, irrational way of thinking, manly attitude, respect, mutual affection, deliberation, steadfastness and heartfelt attitude, and unbelievable way of thinking, habits of devout life, customary party, feast party gratitude, the mandudus process, sedentary life, mangasa, homecoming, ritual ceremonies, marriage preparation process, erecting a hut, always grateful attitude to God, compassion, and courageous attitude. Meanwhile, the development of teaching materials with a sociocultural approach is feasible to be applied to the teaching and learning process in the classroom. The module for developing sociocultural teaching materials, has passed the first test for students to work on the questions that have been submitted by the lecturer with several questions and the students get an average score of 84.

KeywordsFolklore, sociocultural, semiotic


Kata Kunci

pendidikan

Teks Lengkap:

PDF

Referensi

Astuti, A.B., Santosa, S.W., & Utami, M.S. (2000). Hubungan antara Dukungan Keluarga dengan Penyesuaian Diri Perempuan pada Kehamilan Pertama. Jurnal Psikologi, 27(2), 84-95. Diakses 31 Oktober 2019 Pukul 21.04 dari https://jurnal.ugm.ac.id/jpsi/article/view/7001

Effendi, Noer Tadjuddin. (2013). Budaya Gotong Royong Masyarakat dalam Perubahaan Sosial Saat Ini. Jurnal Pemikiran Sosiologi. Volume 2. No 1. Diakses 9 November 2019 dari https://jurnal.ugm.ac.id/jps/article/view/23403/pdf

Hanafi Muhammmad. (2013). Kedudukan Musyawarah dan Demokrasi Di Indonesia. Jurnal Cita Hukum Vo. 1. No. 2. Desember 2013. Universitas Islam Negeri.

Hanafi. (2017). Konsep Penelitian R&D dalam Bidang Pendidikan. Jurnal Kajian Keislaman, 4(2), 129-150. Diakses 22 Oktober 2019 Pukul 21.17 dari http://jurnal.uinbanten.ac.id/index.php/saintifikaislamica/article/view/1204

Hermoyo, R.P. (2015). Analisis Kritik Sastra Puisi “Surat kepada Bunda: tentang Calon Menantunya” Karya W.S Rendra. Jurnal Didaktis. 1(15), 44-53. Diakses 15 Oktober 2019 Pukul 13.10 dari http://journal.um-surabaya.ac.id/index.php/didaktis/article/view/40

Hoed. B.H. (2014). Semiotik dan Dinamika Sosial Budaya. Depok: Komunitas Bambu.

Kasmi, Hendra. (2015). Latar Sosiokultural Keacehan dalam Novel Teuntra Atom Karya Tayeb Loh Angen. Jurnal

Metamorfosa, 2(3), 75-84. Diakses 2 September 2019 Pukul 20.25 dari https://metamorfosa.stkipgetsempena.ac.id/?journal=home&page=article&op=view&path%5B%5D=37/0?journal=home&page=article&op=view&path%5B%5D=37/0

Sulastri, Septiana & Alimin, Al Ashadi. (2017). Nilai Pendidikan Karakter Kerja Keras dalam Novel 2 Karya Donny Dhorgantoro. Jurnal Pendidikan Bahasa, 6(2), 156-168. Diakses 15 Oktober 2019 Pukul 10 Oktober 2019 dari http://journal.ikippgriptk.ac.id/index.php/bahasa/article/view/619

Wutoy, Y.F., & Baru, Yosefina. Pengajaran Apresiasi Nilai-Nilai Cerita Rakyat “Empat Mata” dalamPembelajaran Bahasa Indonesia sebagai Model PembelajaranKontekstual di Kabupaten Raja Ampat. Jurnal Triton Pendidikan, 1(1). Diakses 12 Desember 2019 Pukul 18.38 dari https://www.neliti.com/id/publications/236327/pengajaran-apresiasi-nilai-nilai-cerita-rakyat-empat-raja-dalam-pembelajaran-bah


DOI: http://dx.doi.org/10.30651/st.v13i1.3541
DOI (PDF): http://dx.doi.org/10.30651/st.v13i1.3541.g2540

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.