Wacana Rubrik Kriminal di Media Daring Jawa Pos Radar Madura

Moh. Imron, Junal Junal, Eli Masnawati

Sari

Criminal Rubric Discourse in Online Media Jawa Pos Radar Madura

 

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan menganalisis wacana rubrik yang memuat berita kriminal di koran daring Jawa Pos Radar Madura. Penganalisisan wacana pada rubrik berita kriminal didasarkan pada struktur berita yang ditulis dapat merujuk pada pemarjinalan posisi dalam suatu wacana. Kelompok dominan lebih memegang kendali dalam menafsirkan suatu peristiwa dan pemakainya, sementara kelompok lain posisinya rendah cenderung untuk terus menerus sebagai objek pemaknaan dalam berita. Wacana rubrik criminal ini akan dikaji dengan pendekatan analisis wacana Theo Van Leeuwen. Metode penelitian yang digunakan adalah metode dokumentasi dengan teknik baca catat. Hasil penelitian ini adalah dalam wacana  berita kriminal yang terdapat bentuk pasivasi. Pemakaian kalimat pasif yang digunakan oleh wartawan dalam menyampaikan suatu wacana dapat menghilangkan aktor (pelaku) tindakan kriminal. Bentuk objektivasi dalam wacana kriminal akan memberikan informasi yang lebih konkrit terhadap pembaca karena menggunakan data sesuai dengan yang ditemukan di lapangan. Kemunculan abstraksi dalam wacana berita Nampak pada penyebutan secara berulang-ulang kejadian yang telah disebutkan sehingga memengaruhi pembaca untuk mencapai simpulan. Dalam wacana berita kriminal juga terdapat kategorisasi sering disampaikan dalam bentuk ciri fisik pelaku. Wacana berita kriminal dapat memengaruhi konsepsi dan persepsi pembaca dan akan menghasilkan keberpihakan.

Kata kunci: wacana kriminal, inklusi, eksklusi

ABSTRACT

This study aims to analyze the rubric discourse that contains criminal news in the online newspaper Jawa Pos Radar Madura . Discourse analysis in the crime news rubric is based on the structure of the written news which can refer to the marginalization of positions in a discourse. The dominant groups have powerful control of interpreting an event and its users, while the other groups have a low position which tends to continuously as the object of meaning in the news. The discourse on the criminal rubric will be studied using Theo Van Leeuwen's discourse analysis approach. The research method used is the documentation method with reading and note-taking techniques. The result of this research is that in the discourse of criminal news there is a form of passivation. The use of passive sentences used by journalists in conveying a discourse can eliminate actors (agent) of criminal acts. The form of objectification in criminal discourse will provide more concrete information to the reader because it uses data in accordance with what is found in the field. The emergence of abstraction in news discourse appears in the repeated mention of the events that have been mentioned. Consequently, it influences the reader to reach a conclusion. In the discourse of criminal news, there is also categorization that is often conveyed in the form of the physical characteristics of the perpetrator. Crime news discourse can influence the reader's conception and perception and will result in partisanship.

Keyword: Criminal discourse, inclusive, exclusive

Kata Kunci

wacana kriminal; inklusi; eksklusi

Teks Lengkap:

PDF

Referensi

Alwi, Hasan dkk. (2003). Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia (Edisi Ketiga). Jakarta: Balai Pustaka.

Andheska, Harry. 2011. “Eksklusi dan Inklusi pada rubrik metropolitan harian kompas : Analisis wacana kritis berdasarkan sudut pandang Theo Van Leeuwen “ 20 Juni 2011. Pp 57.

Asriani, Yulia 2019. “Analisis Wacana Kritis Model Esklusi Theo Van Leeuewen Dalam Berita Kriminal Koran Harian’’ Skripsi Sarjana Pendidikan Sumatra Utara Medan: Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Sumatra Medan.

Candra, Devi. 2018. “ Analisis Berita Kriminal Pada Surat Kabar Harian Seru Jambi ( Studi kasus Berita Penyalahgunaan Narkoba “ Skripsi Sarjana jurnalistik. Muaro Jambi. Fakultas Dakwah Universitas Islam Negri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

Eriyanto. (2009). Analisis Wacana Pengantar Analisis Teks Media. Yogyakarta: LKiS Yogyakarta Riksono Dian Nugroho, Anwar. 2008. “ Ketidak adilan dalam Informasi Kriminal ( Wacana Pembandingan Aktor Berita Kriminal di Headline surat kabar Koran merapi” vol 5, No 1, Juni 2008. Pp 120

Fairclough, Norman. (2003). Languange And Power Relasi Bahasa, Kekuatan dan Ideologi. Malang: Boyan Publishing.

Moleong, L.J. (2011). Metodologi Penelitian Kualitatif Edisi Revisi. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Putra, Aidil Syah, Hartanto, Rochmah. (2021).Keberpihakan Penulisan Pelaku Kriminalitas dalam Surat Kabar Harian Pos Kota Edisi 1 Juli 2020. Jurnal: STILISTIKA. Vol 14(1).

Rohmawati, Lilik. 2016. “Strategi Ekslusi Dan Inklusi Wacana Berita Kriminal Pada Media Cetak Harian Jawa Pos” Skripsi Sarjana Pendidikan. Sumatera Utara Medan. Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Airlangga Sumatra Medan.

Sulistiani. 2018. “Analisis Wacana Kritis Teori Theo Van Leeuwen Dalam Berita Kriminal Narkoba Koran Medan Pos” Skripsi Sarjana Pendidikan. Sumatera Utara Medan: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Medan.

Sumadiria, Haris. (2005). Jurnalisik Indonesia Menulis Berita dan Feature Panduan Praktis Jurnalis Profesional. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset.

Sumarlan, dkk. (2003). Teori dan Praktik Analisis Wacana. Surakarta: Pustaka Cakra.

Yoce, Aliah, Darma. (2009). Analisis Wacana Kritis, Bandung: YramaWidya.


DOI: http://dx.doi.org/10.30651/st.v15i1.10597
DOI (PDF): http://dx.doi.org/10.30651/st.v15i1.10597.g4612

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.