Sosial Budaya Sebagai Otensitas Hukum Ke-Indonesiaan

Yogi Prasetyo

Sari

Artikel ini merupakan hasil penelitian yang bertujuan untuk menjelaskan pemahaman tetang hukum dan keaslian hukum di Indonesia berdasarkan nilai-nilai sosial budaya yang ada di masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah filsafat. Dengan metode filsafat dapat menganalisis dan menjelaskan permasalahan hukum lebih dalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum lebih dominan dipahami sebagai positivisme hukum dalam bentuk peraturan perundang-undangan tertulis yang dibuat oleh negara. Padahal sosial budaya yang dipraktikkan oleh masyarakat dapat menjadi sumber hukum yang otentik di Indonesia, karena mengandung nilai-nilai kebijaksanaan pandangan hidup yang tercermin dari adat istiadat dan agama yang dianut masyarakat.

 

Kata Kunci: Sosial Budaya, Hukum Otentik, Indonesia

Teks Lengkap:

PDF

Referensi

Alan Hunt, (1978), The Sociological Movement in Law, London: Macmillan Press.

Andre Ata Ujan, (2001), Keadilan dan Demokrasi: Telaah Filsafat Politik John Rawls, Yogyakarta:Kanisius.

Anton Bakker (ed), (1990), Metodologi Penelitian Filsafat, Yogyakarta: Kanisius.

Charles Sampford, (1989), The Disorder of Law: A Critique of Legal Theory, 1989, Oxford: Basil Blackwell.

Clifford Geertz, (1992), Kebudayaan dan Agama, Yogyakarta: Kanisius.

Daniel L Pas, (2001), Seven Theories of Religion: Dari Animisme E.B. Taylor, Materialisme Marx, hingga Antropologi Budaya C. Geertz, Trans.by Ali Noer Zaman, Yogyakarta: Qalam.

Donald Black, (1988), Sociological Justice, New York: Oxford University Press.

Hans Kelsen, (1973), General Theory of Law and State, Trans.by Anders Wedberg, Renewed, New York: Russel & Russel.

Hans Kelsen, (1976), The Pure Theory of Law, Trans.by Max Knight, California: University of California Press.

H.L.A Hart, (1994), The Concept of Law, Clarendon: Oxford University Press.

J.E Sahetapy, (1998), Paradigma Ilmu Hukum Di Indonesia Dalam Perspektif Kritis, Makalah, Simposium Nasional Ilmu Hukum Program Doktor, Semarang: Universitas Diponegoro.

John Austin, (1995), The Province of Jurisprudence Determined, Cambridge: University Cambridge Press.

Khudzaifah Dimyati, (2008), Putusan Hakim Berbasis Keadilan: Studi Atas Putusan Pengadilan Negeri, Laporan Penelitian Kerjasama Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta dan Komisi Yudisial RI.

Khudzaifah Dimyati, (2008), Dialektika Hukum: Karakteristik dan Orientasi Pemikiran Hukum Berbasis Nilai Budaya Hukum Indonesia, Surakarta: Universitas Muhammadiyah Press.

Khudzaifah DImyati, (2010), Teorisasi Hukum: Studi Pemikiran Hukum di Indonesia 1945-1990, Yogyakarta: Genta Publishing.

Khudzaifah Dimyati, (2014), Pemikiran Hukum; Kontruksi Epistemologis Berbasis Budaya Hukum Indonesia, Yogyakarta: Genta Publishing.

Komisi Yudisial RI, (2012), Dialektika Pembaruan Sistem Hukum Indonesia, Jakarta, Sekretariat Jenderal Komisi Yudisial Republik Indonesia.

Lili Rasjidi, (1995), Pembangunan Sistem Hukum Dalam Rangka Pembinaan Hukum Nasional. Dalam Bunga Rampai Pembangunan Hukum Indonesia, Bandung: Eresco.

Moeljatno, (2002), Asas-Asas Hukum Pidana, Jakarta: Rineka Cipta.

M.R. Zafer, (1984), Jurisprudence an Outline, International Law Book Services, Kuala Lumpur.

Satjipto Rahardjo, (2002), Sosiologi Hukum: Perkembangan Metode dan Pilihan Masalah, Surakarta: Muhammadiyah University Press.

Shidarta, (2006), Karakteristik Penalaran Hukum Dalam Konteks Keindonesiaan, Bandung: CV Utomo.

Soekanto, (1996), Meninjau Hukum Indonesia, Suatu Pengantar Untuk Mempelajari Hukum Adat, Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Soepomo, (1951), Kedudukan Hukum Adat di Kemudian Hari, Makalah disajikan dalam Pidato Dies, 17 Maret 1947, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta: Pustaka Rakyat.

Soepomo, (1984), Sejarah Hukum Adat, Dari Zaman Kompeni Hingga Tahun 1848, Jakarta: Pradnya Paramita.

Alimuddin Hassan Palawa, (2017), Pemeliharaan Diri: Pesan-Pesan Etik Raja Ali Haji Kepada Penguasa, Jurnal Sosial Budaya Vol.14 No.1.

Amin Mudzakkir, (2012), Antara Masyarakat Adat dan Umat: Masyarakat Kampung Naga dalam Perubahan, Jurnal Maarif Vol.7 No.1.

Amri Marzali, (2014), Memajukan Kebudayaan Nasional Indonesia, Jurnal Humanioran Vol.36 No.3.

Arbi Yasin, (2017), Hegemoni Ekonomi Etnik Tionghoa Di Pesisir Kabupaten Bengkalis Riau, Jurnal Sosial Budaya Vol.14 No.2.

Hasbullah, (2017), Dimensi Mistik Dalam Event Pacu Jalur, Jurnal Sosial Budaya Vol.14 No.2.

Hasbullah, (2018), Kehidupan Keberagamaan Masyarakat Suku Akit Di Desa Sonde Kabupaten Kepulauan Meranti, Jurnal Sosial Budaya Vol.15 No.1.

Khadiq, (2005), Agama Sebagai Modal Pembangunan Masyarakat, Jurnal Aplikasi llmu-ilmu Agama Vol.VI No.2.

Mathias Reimann, (1988), The Historical School Against Codification: Savigny, Carter and the Defeat of the New York Civil Code, American Journal of Comparative Law Vol.37.

Rabiatul Syariah, (2008), Keterkaitan Budaya Hukum Dengan Pembangunan Hukum Nasional, Jurnal Equality Vol.13 No.1.

Rian Vebrianto (ed), (2017), Education Of Local Wisdom To Prevent Forest Fires In Riau Province: Challenges, Potentials, And Solutions, Jurnal Sosial Budaya Vol.14 No.1.

Yudi Armansyah, (2017), Kontribusi Seloko Adat Jambi Dalam Penguatan Demokrasi Lokal, Jurnal Sosial Budaya Vol.14 No.1