On The Legality of a Marriage and It's Legal Implication: An Unjustified Heroic Decision

Latif Mustofa

Sari

Objek artikel ini adalah Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 46 Tahun 2012. Isu sentral dalam putusan tersebut berkait-kelindan tentang keabsahan perkawinan dan status hubungan keperdataan anak di luar nikah menurut Undang-Undang Perkawinan. UU Perkawinan digugat inkonstitusional di hadapan Undang-Undang Dasar yang mengatur tentang kesetaraan setiap orang di hadapan hukum. Hakim Konstitusi mengabulkan sebagian gugatan oleh Machica Mochtar dan anaknya Iqbal. Artikel ini ditulis setelah lima tahun Mahkamah Konstitusi memutus gugatan konstitusional keabsahan sebuah perkawinan. Rentang waktu tersebut mengindikasikan tujuan artikel ini untuk mengupas secara filosofis alasan hukum yang dikemukakan dalam putusan tersebut. Pertanyaan yang hendak didiskusikan dalam tulisan ini adalah benarkah Undang-Undang Perkawinan bertentangan dengan Konstusi? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, tulisan ini memanfaarkan konsepsi penemuan hukum oleh Ronald Dworkin, H.L.A. Hart, dan Lord Fuller untuk melakukan analisa alasan hukum putusan. Tulisan ini berpendapat terdapat norma yang kontradiktif dalam kasus ini. Dalam bingkai kontradiksi norma tersebut, tulisan ini menunjukkan ketidaktepatan logika hukum Putusan Mahkamah Konstitusi sebagai bahan renungan untuk putusan di masa mendatang ketika isu yang sama muncul.

 

Kata kunci: anak di luar nikah, kontradiksi norma, hukum perkawinan

Teks Lengkap:

PDF (English)

Referensi

Legal Texts

Al Qur’an

Draft of Marriage Law 1973

Penetapan Pengadilan Agama Tigaraksa atas Perkara Itsbat Nkah Nomor 46/Pdt.P/2008/PA.Tgrs (Tigaraksa Islamic Court Decision on Marriage Confirmation Number 46/Pdt.P/2008/PA.Tgrs)

Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2008 tentang Kompilasi Hukum Ekonomi Syari’ah (Indonesian Supreme Court Regulation Number 2 Year 2008 on the Compilation of Islamic Finance Law)

Putusan Mahkamah Agung Nomor 329 K/Ag/2014 T (Supreme Court Decision Number 329 K/Ag/2014)

Putusan Mahkamah Konstitusi Repubik Indonesia Nomor 46/PUU-VII/2010 (Indonesian Court of Constitution Decision Number 46/PUU-VIII/2010)

Staatsblad (State Gazette) 1882

Staatsblad (State Gazette) 1917

Staatsblad (State Gazette) 1925

Staatsblad (State Gazette) 1933

Undang-Undang Dasar 1945 (The Indonesian Constitution 1945)

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan (Act Number 1 Year 1975 on Marriage)

Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Act Number 12 Year 2011 on the Legal Framework of Indonesian Acts)

Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1970 tentang Kekuasaan Kehakiman (Act Number 14 Year 1970 on the Judiciary Power)

Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1946 tentang Pentjatatan Perkawinan (Act Number 22 Year 1946 on Marriage Registration)

Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2003 sebagaimana diamandemen oleh Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2011 tentang Mahkamah Konstitusi (Act Number 24 Year 2003 as amended by Act Number 8 Year 2011 on the Indonesian Court of Constitution)

Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2004 tentang Kekuasaan Kehakiman (Act Number 4 Year 2004 on the Judiciary Power) and Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman (Act Number 48 Year 2009 on Judiciary Power

Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 sebagaimana diamandemen oleh Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006 dan Undang-Undang Nomor 50 Tahun 2009 tentang Peradilan Agama ( Act Number 7 Year 1989 as amended by Act Number 3 Year 2006 as amended by Act Number 50 Year 2009 on Islamic Courts)

Books, Journal Articles, and Reports

Abu Ishaq al-Shirazi, (1951), (Last edition), al-Tanbih fi’l- Fiqh ala Madzhabi al-Imaam al-Syafi’i, Matba’ah Musthafa.

Al-Syirazi, Al-Muhazzab, Beirut: Dar al-Fikr. 2/120, Al-Buhuti, 1982. Kasysyaf al-Qina` Beirut: Dar al-Fikr` 5/406).

Axinn, William G and Arland Thornton, (1992), The Relationship between Cohabitation and Divorce: Selectivity or Causal Influence? 29(3), Demography

Black Jr, Charles L, (1959), Lawfulness of the Segregation Decisions, New Haven: The 69 Yale Lj

Claire M Kamp Dush, Catherine L Cohan and Paul R Amato, (2003), The Relationship Between Cohabitation and Marital Quality and Stability: Change Across Cohorts?, 65(3) Ohio: Journal of Marriage and Family

Abdul Karim Zaidan, (1993), (First Edition), Al-Mufassol fi Ahkam al-Mar’ah Juz 9, Beirut: Muassasah ar-Risalah.

David Dyzenhaus, (2008), The Grudge Informer Case Revisited, New York: New York University Law Review.

George W Dent Jr, (1999), Defense of Traditional Marriage, Virginia: JL & Pol.

HLA Hart, (1970), The Concept of Law Oxford: Clarendon Press.

Ibn Taymīyah, Aḥmad ibn `Abd al-Ḥalīm and `Abd al-Raḥmān ibn Muḥammad Ibn Qāsim, (1985), Majmū` Fatāwá Shaykh Al-Islām Aḥmad Ibn Ṭaymīyah Volume 32, Beirut: Mu’assasat al-Risālah.

Ibnu Qudamah, (1985), (First ed, 1405 H), al-Mughni, Bairut: Dar al-Fikr.

Ibrahim Mustafa, Ahmad Hassan al Zayyat, et al. (1989). al Mu’jam al Wasit. Istanbul: Dar al Dakwah.

Interview with Mukti Fadjar, ‘Prof. Dr. Mukti Fadjar: MK Sebagai Negative Legislator (Prof. Dr. Mukti Fadjar: The ICC as a Negative Legislator)’ (3 August 2010) http://prasetya.ub.ac.id/berita/Prof-Dr-Mukti-Fadjar-MK-Sebagai-Negative-Legislator-821-id.pdf [accsess, 15 April 2017]

Kamali, Mohammad Hashim, (2008), Shari’ah Law: An Introduction, London: Oneworld Publications.

Khudzri, Wan, (2013) , The Law of Nasab in Islam’, Advances in Natural and Applied Sciences (7 (4)).

Krause, Harry D, ‘Equal Protection for the Illegitimate’ (1966) 65 Michigan Law Review 477

Lacey, Nicola, ‘Philosophy, Political Morality, and History: Explaining the Enduring Resonance of the Hart-Fuller Debate’ (2008) 83 NYUL Rev. 1059

Linda S Auwers, (1984), Equal Protection and the Illegitimate Child Comment’ 21, Texas: Houston Law Review.

Mark Cammack, (1989) Islamic Law in Indonesia’s New Order’ 38(1), Cambridge, International & Comparative Law Quarterly.

Msi, Sakirman, ‘Indonesia Islamic Law Study on Children Nasab’ (SSRN Scholarly Paper ID 2888312, Social Science Research Network, 21 December 2016)

MUI, Fatwa Kedudukan Anak Hasil Zina | Majelis Ulama Indonesia (Fatwa on a Child Born as a Result of Adultery | Indonesian Islamic Scholar Body)

Nasution, Khoiruddin and Indonesian-Netherlands Cooperation in Islamic Studies, Status Wanita Di Asia Tenggara : Studi Terhadap Perundang-Undangan Perkawinan Muslim Kontemporer Di Indonesia Dan Malaysia (Women Status in Southeast Asian: A Study on the Contemporary Marriage Laws in Indonesia and Malaysia) (INIS, 2002)

Ronald Dworkin, (1986) Law’s Empire: Dworkin and Interpretivism, Printed Materials.

Ronald Dworkin, (1986), Law’s Empire, Harvard: Harvard University Press.

Sabiq, As-Sayyīd, Fiqh Al-Sunnah Volume 3 (Dār al-Fikr, al-Ṭab`ah 2, 1419)

Sahih Al-Bukhari - Sunnah.com - Sayings and Teachings of Prophet Muhammad (صلى الله عليه و سلم)

Sander, William, The Catholic Family: Marriage, Children, and Human Capital (Westview Press, 1995)

Tahido, Huzaemah, ‘Kedudukan Kitab Kuning (Kitab Fiqh) setelah lahirnya kompilasi Hukum Islam (Classical Islamic Legal Texts after The Compilation of Islamic Laws)’ (Working Paper, 11 May 2015)

Taqiyuddin Abu Bakr bin Muhammad Al Husaini Al Hushoini Ad Dimasyqi Asy Syafi’I, Kifayatul Akhyar fii Halli Ghoyatil Ikhtishor, Juz 2

Wechsler, Herbert, ‘Toward Neutral Principles of Constitutional Law’ [1959] Harvard Law Review 1

_________, ‘Posisi Kitab Kuning Dalam Legislasi Hukum Islam Di Indonesia (Classical Islamic Legal Texts in the Development of the Islamic Law in Indonesia)’

Internet

Bintari, Aninditya Eka, (2013), Mahkamah Konstitusi Sebagai Negative Legislator Dalam Penegakan Hukum Tata Negara, Pandecta: Research Law Journal http://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/pandecta/article/view/2355 [accsess, 15 April 2017]

Lon L Fuller, The Morality of Law (Yale University Press, 1969) http://www.jstor.org.ezp.lib.unimelb.edu.au/stable/j.ctt1cc2mds, [accsess, 6 April 2017]

Pan Mohamad Faiz, Relevansi Doktrin Negative Legislator (The Relevance of Negative Legislator Doctrine)’ https://panmohamadfaiz.com/2016/03/17/relevansi-doktrin-negative-legislator/ [accsess, 15 April 2017]


DOI: http://dx.doi.org/10.30651/justitia.v1i2.1159

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.