Analisis Capaian Indikator Program Penyakit Tidak Menular Jawa Timur 2015-2016

Lidya Intan Permatasari

Sari

Penyakit tidak menular merupakan penyakit kronis yang diharapkan dapat ditekan angka kesakitannya dengan pelaksanaan program Gerakan Masyarakat melalui Pos Pembinaan Terpadu, salah satunya hipertensi dan obesitas. Masalah kesehatan tersebut telah menjadi masalah global dan mengakibatkan angka kesakitan yang cukup tinggi, karena prevalensinya yang terus meningkat dari tahun ke tahun termasuk di Provinsi Jawa Timur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis capaian indikator PTM di Jawa Timur tahun 2015-2016.

Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan data sekunder yang diperoleh dari data Profil Kesehatan Provinsi Jawa Timur tahun 2015-2016. Pengumpulan data dilakukan di tempat magang pada Sub Bagian Penyusunan Program dan Anggaran di Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur yang dilaksanakan pada tanggal 29 Januari - 28 Februari 2018. Analisis data dilakukan secara univariat dalam bentuk uji normalitas dan penghitungan kuartil.

Hasil penelitian dengan kasus hipertensi dan obesitas tertinggi tahun 2015 yaitu Kota Surabaya, sedangkan tahun 2016 yaitu Kota Pasuruan dan Kabupaten Banyuwangi. Capaian jumlah kasus PTM khususnya hipertensi dan obesitas dari tahun 2015 ke tahun 2016 mengalami kenaikan dan lebih banyak didominasi oleh jenis kelamin perempuan. Sehingga capaian indikator program PTM di Provinsi Jawa Timur belum berjalan dengan baik, jadi perlu adanya perhatian atau tindakan khusus dari pemerintah bagi daerah yang mempunyai angka morbiditas yang rendah dan memiliki data under-reporting.

Kata Kunci

capaian indikator program, hipertensi, obesitas, Jawa Timur

Teks Lengkap:

PDF

Referensi

Amu, D. A. (2015). Faktor-faktor yang berhubungan dengan hipertensi di wilayah perkotaan dan pedesaan Indonesia tahun 2013. Universitas Islam Negeri Syarif Alam Hidayatullah. Retrieved from https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&url=http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/38070/1/DINA%2520ADLINA%2520AMU-FKIK.pdf&ved=2ahUKEwiwocLg85XcAhURXSsKHQDbBWkQFjAAegQIAxAB&usg=AOvVaw1X9MgacEk6STXn9RdJUWA7

Bappeda. (2012). Buku Petunjuk StatPlanet & StatTrends (2012th ed.). Sukabumi: Bapepeda Sukabumi. Retrieved from www.statsilk.com

Dwira Rahima, Widya Rahmawati, Holipah, N. N. W. (2016). Asupan kolesterol dan tekanan darah pada WUS hipertensi suku Madura di Kota Malang. Indonesian Journal of Human Nutrition, Vol. 3 No., 75–83. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.21776/ub.ijhn.016.003.02.3

Edi Sampurno Ridwan1, E. N. (2014). Gaya Hidup dan Hipertensi Pada Lanjut Usia di Kecamatan Kasihan Bantul Yogyakarta. Jurnal Ners Dan Kebidanan Indonesia, Vol. 2, No, 67–70. Retrieved from http://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&url=https://ejournal.almaata.ac.id/index.php/JNKI/article/download/28/27&ved=2ahUKEwiBj8_9jJbcAhXBdysKHclWASQQFjABegQlABA&usg=AOvVaw31H3hQ1ObqJA79apFBbWvF

Harsono. (2015). Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur 2014-2019. In ibass (Ed.) (27 septemb). Surabaya: Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur.

Imelia. (2017). Faktor Risiko Hipertensi Pada Wanita Usia Subur Di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Kota Padang Tahun 2016. UNIVERSITAS ANDALAS PADANG. Retrieved from http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/6706

Kemenkes RI. (2013). Riset Kesehatan Dasar (2013th ed., pp. 1–306). Jakarta: Badan Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan.

Kemenkes RI. (2014). InfoDATIN Hipertensi. In Kemenkes RI (Ed.) (17 Mei 201, pp. 1–7). Jakarta Selatan: Departement Kesehatan RI. Retrieved from http://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&url=http://www.depkes.go.id/download.php%3Ffile%3Donload/pusdatin/infodatin/infodatin-hipertensi.pdf&ved=2ahUKEwj5tuX1mZbcAhUUSX0KHVyKC-sQFjAAegQlAxAB&usg=AOvVaw3F-DVJP64AFe2cKyBtZala

Kemenkes RI. (2012). Pedoman pencegahan dan penanggulangan kegemukan dan obesitas pada anak sekolah (2012th ed., pp. 1–48). Jakarta: Kementerian Kesehata RI.

Kohar Hari Sutanto. (2015). Profil Kesehatan Provinsi Jawa Timur Tahun 2015 (pp. 1–317). Surabaya: Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. Retrieved from http://dinkes.jatimprov.go.id

Kohar Hari Sutanto. (2016). Profil Kesehatan Provinsi Jawa Timur Tahun 2016 (2016th ed., pp. 1–182). Surabaya: Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. Retrieved from http://dinkes.jatimprov.go.id

Meida Sucsesa, A. H. (2018). Kualitas dan akurasi pencatatan pelaporan imunisasi dasar lengkap dengan DQS di Blitar. Jurnal Berkala Epidemiologi, Volume 6 N, 102–113.

Menkes RI. (2016). 39. Jakarta: Tentang pedoman penyelenggaraan program Indonesia sehat dengan pendekatan keluarga.

Novita Sari, Widya Rahmawati, Fajar Ari Nugroho, N. N. W. (2016). Asupan serat dan tekanan darah WUS Madura penderita tekanan darah tinggi di Malang. Indonesian Journal of Human Nutrition, Vol. 3 No., 1–10. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.1776/ub.ihn.016.003.01.1

Oktadoni Saputra, K. A. (2016). Gaya hidup sebagai faktor risiko hipertensi pada masyarakat pesisir pantai. Majority, Volume 5 N, 1–6.

Peraturan Presiden. (2014). 36. Jakarta: Tentang Tenaga Kesehatan.

Rijanti Abdurrachim, Indah Hariyawati, N. S. (2016). Hubungan asupan natrium, frekuensi dan durasi aktivitas fisik terhadap tekanan darah lansia di panti sosial

Tresna Werdha Budi Sejahtera dan Bina Laras Budi Luhur Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Journal of the Indonesian Nutrition Association, 39(1), 37–48. https://doi.org/http://ejournal.persagi.org/go/

S. Padmadisastra, J. S. (n.d.). Bayesian Underreported in Disease Mapping. https://doi.org/10.1063/1.4915685

Suoth, M., Bidjuni, H., & Malara, R. T. (2014). Hubungan gaya hidup dengan kejadian hipertensi di puskesmas kolongan Kecamatan Kalawat Kabupaten Minahasa Utara 2014. Ejournal Keperawatan (E-Kp), Volume 2., 1–10.

Tifani Lasianjayani, S. M. (2014). Hubungan antara obesitas dan perilaku merokok. Jurnal Berkala Epidemiologi, Vol. 2, No, 286–296.

Weni Kurdanti, Isti Suryani, Nurul Huda Syamsiatun, Listiana Purnaning Siwi, Mahardika Marta Adityanti, Diana Mustikaningsih, K. I. S. (2015). Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian obesitas pada remaja. Kurdanti, Dkk: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Obesitas Pada, Volume 11, 179–190.

WHO. (2014). Global status Report on Noncommunicable Disease 2014 (2014th ed., pp. 1–298).

Yeni Dwi, M. I. (2017). Hubungan antara obesitas dengan hipertensi di puskesmas Kecamatan Manguharjo. INOVASI, Volume XIX, 1–6.


DOI: http://dx.doi.org/10.30651/jkm.v3i2.1722

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.