Keefektifan Diet Rendah Garam I Pada Makanan Biasa Dan Lunak Terhadap Lama Kesembuhan Pasien Hipertensi

Penulis

  • Rani Refilda Kiha Mahasiswa Gizi di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Kristen Satya Wacana.
  • Sarlina Palimbong Dosen program studi Teknologi Pangan, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Kristen Satya Wacana.
  • Maria Dyah Kurniasari Dosen program studi ilmu Keperawatan, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Kristen Satya Wacana.

DOI:

https://doi.org/10.30651/jkm.v3i1.1574

Kata Kunci:

hipertensi, keefektifan makanan, diet rendah garam I

Abstrak

Abstrak 

Hipertensi merupakan penyakit yang tidak dapat dianggap remeh, dan sering dijuluki sebagai penyakit “Silent Disseas†karena tanda dan gejala yang tidak terlihat dari sekilas melihat penderitanya. Data Riskesdas tahun 2013 memperlihatkan bahwa penderita hipertensi di Indonesia sebanyak 25,8% namun pengontrolan hipertensi belum sepenuhnya dapat dilakukan meskipun sudah tersedia obat-obatan yang efektif. Mengontrol hipertensi dapat dilakukan dengan menjaga pola makan, melakukan aktivitas setiap hari dan mengkonsumsi obat hipertensi. Mengonsumsi garam dalam jumlah tinggi secara terus menerus akan berdampak pada timbulnya penyakit hipertensi. Tujuan penelitian ini yaitu ingin mengetahui keefektifan makanan dengan diet rendah garam I dalam bentuk makanan biasa dan makanan lunak pada penyakit hipertensi terhadap lama kesembuhan pasien hipertensi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, menggunakan jenis penelitian komparasi atau perbandingan. Teknik pengumpulan data sekunder berupa data rekam medik di setiap bangsal rumah sakit. Data rekam medik yang digunakan adalah hasil tekanan darah pasien selama 3 hari. Hasil penelitian didapati perbandingan antara tekanan darah awal dengan tekanan darah akhir pasien diet biasa menunjukan signifikansi 0,000 dengan nilai p value <0,05, dan hasil perbandingan tekanan darah awal- tekanan darah akhir pasien diet lunak menunjukkan signifikansi 0,000. Kesimpula dari penelitian ini ialah diet rendah garam I pada makanan dengan diet biasa dan diet lunak dapat menurunkan tekanan darah.

Kata kunci : hipertensi, keefektifan makanan, diet rendah garam I

Referensi

Dalimartha, S, Purnama BT, Sutarina N, Mahendra B, Darmawan R. Care your self, hipertensi. 2008; 5

Herwati, Sartika W. Terkontrolnya Tekanan Darah Penderita Hipertensi Berdasarkan Pola Diet dan Kebiasaan Olahraga Dipadang Tahun 2011. 2014; Vol 8(1): 9-10

National Institutes of Health. Description of High Blood Pressure.

Kemeterian Kesehatan RI. Hipertensi. 2014: 2-4

Badan Penelitian Dan Pegembangan Kesehatan. Riset Kesehatan Dasar 2013. 2013: 88-89

Ningrat RW & Santoso B. Pemilihan diet nutrien bagi penderita hipertensi menggunakan metode klasifikasi decision tree (studi kasus: RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan). 2012; Vol 1(1): 536

Pratiwi, IE. Penatalaksanaan Makanan Diet Rendah Garam Di Unit Dapur Pasien Instalasi Gizi Rumah Sakit PHC Surabaya. 2014; Vol 3(3)

Almatsier, S. Penuntun Diet Edisi Baru. 2006: 64-65

Rini, SS et al. Kepatuhan Lansia Penderita Hipertensi Dalam Pemenuhan Diet Hipertensi. 2011; Vol 6 (1): 51

Tyastuti, IA. Hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan diit rendah garam pada pasien hipertensi di kampung Mekar Sari Kabupaten Tangerang. 2016; Vol 2(2): 52-53

Tyastuti, IA. Hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan diit rendah garam pada pasien hipertensi di kampung Mekar Sari Kabupaten Tangerang. 2016; Vol 2(2): 52-53

Siregar, CT. Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Tekanan Darah Pasien Hemodialisa Di Medan. Jurnal Universitas Syiah Kuala. 2014; Vol 5(2): 44

Bisnu, MIK. Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Derajat Hipertensi Pada Pasien Hipertensi Di Puskesmas Ranomuut Kota Manado. Jurnal Universitas Sam Ratulangi Manado. 2017; vol 5 (1):6-8

Sogunle PT, Malomo SO, Oluwaseun SO. Blood preasure (BP) control and perceive family support in patients with essential hypertension seen at a primary care clinic in western nigeria. Journal of family medician and primary care. Jul-sep 2016; Vol 5(3)569-575

Wulansari, J. Hubungan Pengetahuan Tentang Hipertensi Dengan Pengendalian Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Jurnal Universitas Muhamadyah Surakarta. 2013; Vol 5 (1): 21

Cahyono, AD. Hubungan pengetahuan tentang hipertensi dengan sikap perawatan hipertensi pada pasien hipertensi. Jurnal AKP. 2015; vol 6(1): 47

Rajasati, QR. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pengobatan pada penderita hipertensi di wilayah kerja puskesmas kedungmundu kota semarang. Unnes Journal of Public Health. 2015; Vol 4(3): 21

Abdurrachim, R. hubungan tingkat pengetahuan dan konsumsi natrium terhadap tekanan darah penderita hipertensi di wilayah kerja puskesmas cempaka tahun 2015. Jurnal publikasi kesehatan masyarakat Indonesia. 2015; Vol 2(3): 108

Pratiwi, IE. Penatalaksanaan makanan diet rendah garam di unit dapur pasien instalasi gizi rumah sakit PHC Surabaya. Jurnal universitas Surabaya. 2015; vol 3(3): 132

Almatsier, S. penuntun diet edisi baru. 2006; 64

Direktorat Bina Farmasi Komunitas Dan Klinik. Pharmaceutical care untuk penyakit hipertensi. 2006; 25

Misda. Penurunan tekanan darah penderita hipertensi setelah penerapan pola nutrisi diet rendah natrium III di kelurahan Tlogomas kota Malang. 2017; Vol 2(3): 375

Hayati, R. pengaruh kepatuhan menjalani diet rendah garam terhadap kadar tekanan darah. Jurnal Nutrire Diata. 2011; Vol 3(2): 131-132

U.S Department OF Health And Human Services. DASH Eating Plan. April 2016: 6

Hadi, S. pendekatan DASH diet (dietary approach to stop hypertension) hubungannya dengan tekanan darah pada pasien hipertensi. Prosiding symposium nasional kesehatan masyrakat ke 1. Public health challenges in the future. Surabaya: Salemba Medika, 2015; 280-281

Khan AY, Aslam N, Bushra R. Food-drug interaction. 2010. Oman Medical Journal; Vol. 26(2): 77

Lobera IJ & Garrido BJ. Interaction between antihypertensive drugs food. 2012; Vol. 27 (5): 1869

Van Geijn, Hp, et al. Nifedipin trials: effectiveness and safety aspects. 2005; Vol. 112: 80

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Farmakologi. 2017; 14

Unduhan

Diterbitkan

2018-07-01