KACANG BUNCIS (Phaseolus vulgaris L.) MAMPU MENURUNKAN KADAR GLUKOSA DALAM DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS

Kamaliyah Rahmayati

Abstract

Saat ini masyarakat telah mengalami pergeseran pola konsumsi pangan. Dari konsumsi empat sehat lima sempurna beralih ke makanan jadi dan siap saji yang berlemak dan berkarbohidrat tinggi melebihi jumlah kalori yang dibutuhkan oleh tubuh, disamping itu juga makanan tersebut tidak mempunyai komponen essensial makanan khususnya serat, sehingga banyak penyakit degenertif yang bermunculan salah satunya adalah penyakit diabetes mellitus. Serat kacang buncis mempunyai fungsi menurunkan kadar glukosa darah. Dalam kacang buncis terkandung zat yang dinamakan β-sitosterol dan stigmasterol yang mempunyai kemampuan sebagai astrigen dan mampu meningkatkan produksi insulin, juga dapat mempresipitasikan protein selaput lendir usus dan membentuk suatu lapisan yang melindungi usus, sehingga menghambat asupan glukosa dan lajunya peningkatan glukosa darah. Selain itu juga adanya pektin dan gum yang merupakan serat larut dalam air yang mempunyai efek hipoglikemia dengan memperbendek waktu transit di usus serta membentuk viscous sehingga menurunkan absorbsi kecepatan meningkatnya glukosa pada usus halus. Sedangkan data yang diperoleh dari 100 gram ekstrak kacang buncis adalah terkandung karbohidrat 7,81%, lemak 0,28 %, protein 1,77 %, serat kasar 2,07 % dan kadar abu 0,32 %. Metode pemeriksaan kadar glukosa darah menggunakan metode enzimatik, yaitu metode glukosa oksidase (GOD) dan metode heksosinase (POD). Darah diambil melalui vena porta setelah 2 jam postprandial. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kacang buncis (Phaseolus vulgaris L.) mampu menurunkan kadar glukosa dalam darah.    

Keywords

kacang buncis ( Phaseolus vulgaris), glukosa darah, mencit (Mus Musculus)

References

Almatsier, Sunita, 2003, “Prinsip-Pirnsip ilmu Gizi”, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Brody T, 1994, “Nutritional Biochemistry”, Academic Press USA.

Cahyo, Bambang, 2003,”Kacang Buncis Teknik Budi Daya dan Analisis Usaha Tani”,Kanisius., Yogyakarta.

Citrawati, DM.,1997.”Pengaruh serat makanan dalam Diit Terhadap Absorbsi Glukosa Pada Usus Halus”. Universitas Airlangga Surabaya.

Dalimartha, S.,2003, “Ramuan Tradisional Untuk Pengobatan Diabetes Mellitus”, Penebar Swadaya. Jakarta.

Davideck J, Velisek j and Pokorny J.,”Chemical Changes During Food Processing”, Elveiser Science Publishing Company, INC. Czechosslovakia.

Farah, 2004, “Seri Hidup Sehat: Lawan Kencing Manis Dengan Buncis”. www.stk-35-ipb.blogspot.com

Ganong, WF., 1995, “Buku Ajar Fisiologi Kedokteran (Review of Medical Physiology)”. Penerbit Buku Kedokteran; EGC, Jakarta

Guyton, AC., 1994, “Buku Ajar Fisiologi Kedokteran (Textbook of Medical physiology)”, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta.

Isparjadi, 1988, “Statistik Pendidikan”, DEKDIBUD, Pengembangan Lembaga Pendidikan dan Tenaga Pendidikan, Jakarta.

Kountur, Ronny, 2004, “ Metode Penelitian Untuk Penulisan Skripsi dan Thesis”, PPM, jakarta.

Kusumawati, Diah, 2004, “ Bersahabat Dengan Hewan Coba”. Gaja Mada University press, Yogyakarta.

Krisno, A., 2004, “ Dasar-Dasar Ilmu Gizi”, Muhammadiyah University of Malang Press, Malang.

Listiana, Lina, 1998, “ Pemberian Infusa Daun Mesona Paulustris Bloom (BL) Terhadap Absorbsi glukosa pada Usus Halus Tikus”, Universitas Airlangga Surabaya.

Murray, R. K., 1997, “ Biokimia Harpar”, Penerbit Buku Kedokteran; EGC, Jakarta.

Mahan LK an Arlin MT., 1992, “Krause’s Food, Nutrition and Diet Theraphy”, 8th edition, W. B. Saunders Company, USA.

Price, s. A. Dan Wilson, L. M.,1994, “Patofisiologi Konsep Klinis proses-Proses Penyakit”, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta.

Pitojo, Setiojo, 2004, “ Benih Buncis “, Kanisius, Yogyakarta.

Rukmana, Rahmat, 1994, “ Bertanam Buncis”, Kanisius, Yogyakarta.

Saleh, Samsubar, 1986,”Statistik Non Parametrik”, BPFE, Yogyakarta.

Smith, J.B., dan Mangoewidjojo, S., 1988, “Pemeliharaan, Pembiakan Dan Penggunaan Hewan Percobaan Di Daerah Tropis”, Indonesia University Press, Jakarta.

Sudjana, 1996, “ Metode Statistika Edisi Ke 6”, tarsito Bandung.

Suhardjono dan Kusharto, C. M.,” Prinsip-Prinsip Ilmu Gizi”, Kanisius, Yogyakarta.

Sulistijani, DA, 2002, “ sehat Dengan Menu Berserat”, Trubus Agriwidya, Surabaya.

Suwahyono, Untung, 2002, “ Konsumsi Sayuran Tingkatkan Kekebalan Tubuh”, www.sinarharapan.co.id

Waluyo, Srikandi, 2004, “Aneka Tip Obat Alami Dalam Buah dan Sayuran”, Elex Media Komputindo, Jakarta.

Waspadji, Sarwono. Et al., 2003, “Indeks Glikemik Berbagai Makanan Indonesia”, Fakultas Kedokteran Universitas indonesia, Jakarta.

Widijanti, A., dan Ratulangi, B, T., 2003, “ Pemeriksaan Laboratorium Penderita Diabetes Mellitus”, Laboratorium Patologi klinik RSUD Dr. Saiful Anwar/FK Unibraw, Malang. www.unibraw.co.id

Wijayakusuma, Hembing, 2004, “ Bebas Diabetes Mellitus Ala Hembing”, Puspa Swara, Jakarta.


DOI: http://dx.doi.org/10.30651/jpb.v9i1.9345