Keanekaragaman Tumbuhan Tingkat Tinggi Di Desa Tlontoraja Kabupaten Pamekasan Sebagai Bahan Ajar Berbasis Kearifan Lokal

Shirta Juliyana, Yuni Gayatri

Abstract

Abstract: This study is aimed to determine: (1) the diversity of high-level-plant in Tlontoraja Village, Pamekasan Madura; (2) the form of teaching materials that can be made from the results of studies of high-level-plant diversity in the Village of Tlontoraja, Pamekasan Madura. This research is a descriptive research with survey method. The subjects in this study are the forest of Sumber Mata Air-Dungendak, Tlontoraja, Pamekasan, Madura. While the object of this research is all plants which are in the transects and plots. This research used transect method and sample plot which was divided into 5 blocks and each transect contains 5 plots in 20 x 20 meters. This observation was conducted to identify trees, poles, stakes and seedlings. The results showed that the highest INP with the following details; Seedling is a Pennisetum purpureum species with INP 34.66%; Stake that is a Tectona grandis species with INP 114,36%; Pole that is a species of Schoutenia ovata with INP 78,29% and tree that is species of Lannea coromandelica with INP 163,79%. The conclusions of this study are (1) the index of diversity in the forest belongs to the same category: medium, with the following details: 1.24 trees; Stakes 1.9; Pole 1.8 and seedlings 2.39; (2) The teaching material made from this research result is an encyclopedia of high-level-plants categories.

Keywords

Keywords: high-level-plants categories; diversity; INP.

References

Astirin, O.P. 2000. Permasalahan Pengelolaan Keanekaragaman Hayati di Indonesia. Biodiservitas. Vol. 1 (1): hal. 36-40.

Dahuri, R. 2003. Paradigma Baru Pembangunan Indonesia Berbasis Kelautan, Orasi Ilmiah. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Indriyanto, 2010. Ekologi Hutan. Jakarta: Penerbit PT Bumi Aksara.

Kusmana, C. 2015. Keanekaragaman Hayati (Biodiversitas) Sebagai Elemen Kunci Ekosistem Kota Hijau. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Loveless, A. R. 1989. Prinsip-prinsip Biologi Tumbuhan Untuk Daerah Tropik 2. Jakarta: PT. Gramedia.

Maisyaroh, W. 2010. Struktur Komunitas Tumbuhan Penutup Tanah di Taman Hutan Raya R. Soerjo Cangar, Malang. ISSN. 2087 -3522. Jember: Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Jember. Vol. 1 No.1 Tahun 2010.

Muwazin dan Atok S. 2013. Keanekaragaman dan Komposisi Permudaan Alam Hutan Rawa Gambut Bekas Tebangan di Riau. Bogor: Pusat Litbang Konservasi dan Rahabilitasi. Vol. 1 (1): hal. 59-73.

Najid, A.A. 2015. Pengembangan Buku Suplemen Kimia Berbasis Kearifan Lokal Kota Tangerang. Skripsi. Jakarta: Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Nuurmansyah, H. 2015. Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Ensiklopedia Ilmu Pengetahuan Sosial Pada Materi Kerjaan Hindu-Budha Dan Islam Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa. Skripsi. Malang: Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.

Retnowati, T.2010.Studi Keanekaragaman Vegetasi di Hutan Rakyat Kabupaten Pacitan Sebagai Alternatif Sumber Belajar Biologi di SMA Pada Pokok Bahasan Keanekaragaman Hayati. Skripsi. Yogyakarta: Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Rohmayani, V. 2013. Identifikasi Keanekaragaman Invetebrata di Zona Intertidal Pantai Sukunan Paciran- Lamongan Sebagai Sumber Belajar Biologi. Skripsi. Surabaya: Universitas Muhammadiyah Surabaya.

Sa’diyati, F. 2011. Pengembangan Bahan Ajar Materi Jamur Berbasis Kinerja Siswa. Semarang: Universitas Negeri Semarang.

Sahira, M. 2016. Analisis Vegetasi Tumbuhan Asing Invasif Di Kawasan Taman Hutan Raya Dr. Moh. Hatta, Padang Sumatera Barat. Skripsi. Sumatera Barat: Universitas Andalas Padang.

Sugiyono. 2014.Penelitian kuantitatif, kualitatif dan r&d. Bandung: Alfabeta.

Wijayanto, N. 2012. Intesitas Cahaya, Suhu, Kelembaban dan Perakaran Lateral Mahoni (Swietenia marcrophylla King.) di RPH Babakan Madang, BKPH Bogor, KPH Bogor. Bogor. Institut Pertanian Bogor. Vol. 03 (01): hal: 8-13.

Wikipedia. 2017. Tumbuhan Tinggi. (Online). https://id.wikipedia.org/wiki/Tumbuhan_tinggi pada tanggal Diakses pada 28 Juli 2017.


DOI: http://dx.doi.org/10.30651/jpb.v5i2.3900