Edukasi Kesehatan sebagai Upaya Preventif Penyakit Hepatitis B dan C pada Warga Binaan Pemasyarakatan

Patricia Gita Naully, Perdina Nursidika

Sari

ABSTRAK 

Hepatitis B dan C dianggap paling berbahaya diantara jenis hepatitis yang lain karena keduanya dapat berkembang menjadi penyakit kronik, sering tanpa gejala, dan menyebabkan kematian. Salah satu upaya yang disarankan oleh WHO untuk mencegah peningkatan angka Hepatitis B dan C adalah melakukan kegiatan edukasi kesehatan bagi masyarakat, khususnya kelompok beresiko tinggi seperi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Oleh sebab itu, kegiatan penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan WBP terkait penyebab, gejala, cara penularan, pencegahan, dan layanan kesehatan yang disediakan oleh pemerintah. Kegiatan ini dilakukan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Bandung dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang WBP. Penyuluhan dilaksanakan dengan metode ceramah. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan cara menganalisis hasil kuesioner dan nilai tes para peserta. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil evaluasi membuktikan bahwa mayoritas WBP melakukan tindakan beresiko tinggi karena keterbatasan pengetahuan dan informasi, namun setelah mendapatkan materi penyuluhan terlihat adanya peningkatan nilai tes pada seluruh peserta. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan WBP di Lapas Narkotika Kelas IIA Bandung terkait penyebab, gejala klinis, cara penularan, pencegahan, serta beberapa layanan kesehatan pemerintah untuk mencegah, mendiagnosa, serta mengobati penyakit Hepatitis B dan C.

Kata Kunci: hepatitis B; hepatitis C; penyuluhan; lembaga pemasyarakatan


ABSTRACT

Hepatitis B and C are considered as the most dangerous hepatitis types compared to the other, because both can develop into chronic diseases, asymptomatic, and cause death. One of the methods suggested by WHO to prevent an increase of Hepatitis B and C numbers is to conduct health education activities for the community, especially for the high-risk groups such as prisoners (WBP). Therefore, the aim of this extension activity was to upgrade the WBP's knowledge regarding the disease causes, symptoms, transmission methods, prevention, and health services provided by the government. This activity was conducted in Bandung Narcotics Penitentiary class IIA, with 30 WBP participants. The extention was done by the lecture method. Then, the activity evaluation was done by analyzing of questionnaire results and participants' test-scores. Besides, the analysis technique used was descriptive analysis. The evaluation result proved that the majority of WBP taking the high-risk action due to the limited of knowledge and information, but there was a test-score increase for all participants after obtaining counseling materials. This activity was successful to improve the WBP's knowledge in Bandung Narcotics Penitentiary class IIA related to the causes, clinical symptoms, modes of transmission, prevention, and also some government health services to prevent, diagnose, and treat the Hepatitis B and C.

Keywords : extension; hepatitis B; hepatitis C; prison.


Kata Kunci

hepatitis B; hepatitis C; penyuluhan; lembaga pemasyarakatan

Teks Lengkap:

PDF

Referensi

Ahmed, A., Lee, K.S., Bukhsh, A., Al-Worafi, Y.M., Sarker, M.M.R., Ming, L.C., Khan, T.M. 2018. Outbreak of Vaccine-Preventable Dieseas in Muslim Majority Countries. Journal of Infection and Public Health. 11: 153-155.

Behzadifar, M., Gorji, H.A., Rezapour, A., Bragazzi, N.L. 2018. Prevalence of Hepatitis C Virus Infection Among Prisoners in Iran: A Systematic Review and Meta-analysis. Harm Reduction Journal. 15: 24.

Damme, P.V. 2016. Long-term protection after hepatitis B vaccine. The Journal of Infectious Disease. 214: 1-3.

Kementerian Kesehatan RI. 2014. Situasi dan Analisis Hepatitis. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan RI. 2015. Situasi Pelayanan Darah di Indonesia. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Keten, D., Ova, M.E., Keten, H.S., Keten, A., Gulderen, E., Tumer, S., Caliskan, A., Kulotu, S. 2016. The Prevalence of Hepatitis B and C Among Prisoners in Kahramanmaras, Turkey. Jundishapur J Microbiol. 9(2): e31598.

Kivimets, K., Uuskula, A., Lazarus, J.V., Ott, K. 2018. Hepatitis C Seropositivity Among Newly Incarcerated Prisoners in Estonia: Data Analysis of Electronic Health Records from 2014 to 2015. BMC Infectious Diseases. 18: 339

Kudesia, G. & Wreghitt. 2009. Clinical and Diagnostic Virology. Cambridge: Cambridge University Press.

Kurniawati, S.A., Karjadi, T.H., Gani, R.A. 2015. Faktor - Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Hepatitis C pada Pasangan Seksual Pasien Koinfeksi Human Immunodeficiency Virus dan Virus Hepatitis C. Jurnal Penyakit Dalam Indonesia. 2(3): 133-139.

Maryati. 2009. Pengaruh Pendidikan Kesehatan tentang Penyakit Hepatitis terhadap Peningkatan Pengetahuan dan Perubahan Sikap Keluarga Penderita Hepatitis di RSUD Pandan Arang Boyolali. Skripsi. Surakarta: Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadyah Surakarta.

Naully, P.G., Hilmi, D., Homis, M.M., Permata, O.I., Soviyani, R.N. 2017. An Overview of HIV, HBV, and HCV Infections among Tattooed People in Cimahi. Makalah ini disampaikan pada International Seminar on Global Health di Bandung tanggal 28 Oktober 2017.

Notoatmodjo, S 2007. Kesehatan Masyarakat Ilmu dan Seni, Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Ortiz, A.B., Carcamo, C.P., Scott, J.D., Hughes, J.P., Garcia, P.J., Holmes, K.K. 2011. HBV infection in relation to consistent consom use: a population-based study in Peru. PLoS ONE. 6(9): e24721.

Palupi, A.W. 2011. Pengaruh Penyuluhan Imunisasi terhadap Peningkatan Pengetahuan dan Sikap Ibu tentang Imunisasi Dasar Lengkap pada Bayi Sebelum Usia 1 Tahun. Thesis. Surakarta: Program Pasca Sarjana Kedokteran Keluarga Universitas Sebelas Maret.

Shahri, S.M.H., Mood, B.S., Metanat, M., Salehi, M., Sharifi, R. 2016. Blood-borne infections in tattooed people. Int J Infect. 3(2): e34944.

Viswanathan, U., Beaumont, A., O’Moore, E., Ramsay, M., Tedder, R., Ijaz, S., Balogun, K., Kirwan, P. 2010. Hepatitis B Transmission Event in an English Prison and The Importance of Immunization. Journal of Public Health. 33(2): 193-196.

WHO. 2017. Global Hepatitis Report. Geneva: WHO.

Yang, S., Wang, D., Zhang, Y., Yu, C., Ren, J., Xu, K., Deng, M., Tian, G., Ding, C., Cao, Q., Li, Y., Chen, P., Xie, T., Wang, C., Wang, B., Yao, J., Threapleton, D., Mao, C., Ruan, B., & Li, L. 2015. Transmission of Hepatitis B and C Virus infection through body piercing: a systematic review and meta-analysis. Medicine. 94(47): 1-14.

Yano, Y., Utsumi, T., Lusida, M.I., Hayashi, Y. 2015. Hepatitis B Virus Infection in Indonesia. World J Gastroenterol. 21(38): 10714-10720.

Zainuddin, S. 2017. Pengaruh Penyuluhan Kesehatan terhadap Pengetahuan Remaja tentang Penyakit Menular Seksual Di SMPN 5 Bangkala Kabupaten Jeneponto. Skripsi. Makassar: Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Alauddin Makassar.


DOI: http://dx.doi.org/10.30651/aks.v4i1.2164

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.