Makna Kegiatan Keagamaan Komunitas Hidayatul Islamiyah Lidah Kulon pada Masa Pandemi Covid-19

Yunia Mulia Irianti, Agus Machfud Fauzi

Abstract

Kegiatan keagamaan mejadi suatu aktivitas yang dilakukan oleh individu sebagai manusia beriman. Hal tersebut menjadikan manusia memiliki makna tersendiri dalam kegiatan keagamaan yang dilakukan. Terutama pada komunitas Hidayatul Islamiyah yang terdapat di daerah Lidah Kulon. Komunitas tersebut telah terbentuk bersamaan setelah masjid hidyatul Islamiyah berdiri. Pada pandemi covid-19 membawa dampak signifikan terhadap aktivitas keagamaan yang dilakukan. Peraturan pemerintah yang menganjurkan untuk menerapkan protokol kesehatan menjadi hal yang wajib dipatuhi. Kegiatan keagamaan yang dilakukan di masjid seperti shalat, kajian agama dan tadarus harus mengikuti prokol kesehatan. Hal tersebut berfungsi untuk meminimalisir penyebaran covid-19. Kegiataan keagamaan yang dilakukan oleh komunitas Hidayatul Islamiyah memiliki makna tersendiri dalam melakukan aktivitas sebagai manusia yang beriman. Penelitian ini menggunakan analogi interaksionalisme simbolik Herbert Blumer dalam pemaknaan kegiatan keagamaan yang dilakukan oleh komunitas Hidayatul Islamiyah Lidah Kulon. Penelitian meggunakan metode kualitatif dengan mencari data penelitian obeservasi, wawancara, dokumentasi. Diharapkan dapat mengetahui makna dari kegiatan yang dilakukan oleh komunitas tersebut. Data kualitatif dianalisis dengan tahapan reduction, display, conclution. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pada komunitas Hidayatul Islamiyah terdapat interaksi yang berlangsung antar anggota, sehingga muncul makna yang dihasilkan dari kegiatan keagamaan tersebut.

Keywords

interaksi simbolik, makna, komunitas, keagamaan, covid-19

Full Text:

Pdf

References

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, “Aktivitas Manusia,” Apr-2019.

Kasiati and N. W. Rosmalawati, Dwi, “Kebutuhan Dasar Manusia,” in Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, jakarta, 2016.

S. Hamali, “Agama dalam Perspektif Sosiologis,” Al-Adyan J. Stud. Lintas Agama, vol. 12, no. 2, pp. 86–105, 2018.

B. Irawan, “Organisasi Formal Dan Informal: Tinjauan Konsep, Perbandingan, Dan Studi Kasus,” J. Adm. Reform, vol. 6, no. 4, pp. 195–220, 2018.

“Hasil Observasi Wilayah,” 2021.

“Hasil wawancara bersama warga setempat,” 2021.

Yuliana, “Corona virus diseases (Covid-19),” WELLNESS Heal. Mag., vol. 2, no. February, pp. 124–137, 2020.

O. Mungkasa, “Bekerja dari Rumah (Working From Home/WFH): Menuju Tatanan Baru Era Pandemi COVID 19,” J. Perenc. Pembang. Indones. J. Dev. Plan., vol. 4, no. 2, pp. 126–150, 2020.

G. Rizal, “Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi New Normal, Apa yang Harus Dilakukan?,” Kompas, jakarta, Jun-2021.

I. Sa, M. Riza Chamadi, F. Achmad, A. Zayyadi, and K. Kunci, “Interaksi Sosial Komunitas Islam Aboge Dengan Masyarakat Desa Cikakak Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas,” vol. 10, no. 1, pp. 103–113, 2019.

F. Tobroni, “PEMBATASAN KEGIATAN KEAGAMAN DALAM PENANGANAN COVID-19,” Komun. Huk., vol. 21, no. 1, pp. 1–9, 2020.

D. Darmawan, D. Miharja, R. S. R. Waluyajati, and E. Isnaeniah, “Sikap Keberagamaan Masyarakat Menghadapi Wabah COVID-19,” Relig. J. Stud. Agama-Agama dan Lintas Budaya, vol. 4, no. 2, pp. 115–124, 2020.

I. B. Utami, “Peran Komunitas Islam dalam Menyemangati Keagamaan para Pemuda,” Anida (Aktualisasi Nuansa Ilmu Dakwah), vol. 18, no. 1, pp. 105–124, 2019.

A. Ghofur and B. Subahri, “Konstruksi Sosial Keagamaan Masyarakat Pada Masa Pandemi Covid-19,” Dakwatuna J. Dakwah dan Komun. Islam, vol. 6, no. 2, p. 281, 2020.

G. Ritzer, “Teori Sosiologi Modern, Ed Ke.6; (terjemahan:Alimandan),” jakarta: Prenada Media Grup, 2008.


DOI: http://dx.doi.org/10.30651/ah.v8i1.12440

Refbacks

  • There are currently no refbacks.