Studi Dampak Pengembangan Pemukiman di Wilayah Pesisir Surabaya Timur

Anna Rosytha

Abstract

ABSTRACT

The rapid development of Surabaya is a pull factor for people from outside the city of Surabaya to urbanization and sedentary, Added number of people will continue to demand an increase in the availability of the number of settlements (real estate), apartments, hotels , mall, both in the area of West Surabaya and East Surabaya, in addition to industrial and warehousing.

Surabaya has undertaken various development to meet the needs of the growing number of population, one in the coastal areas of East Surabaya which is largely ponds and mangrove forests. Surabaya East region is an area with land use change occurs rapidly from several years. The phenomenon of land-use changes cover a wide area can be observed and analyzed, one with remote sensing technology. The results obtained from this study indicate a change in land use from 2003 to 2013 the most comprehensive, namely in the sectors of housing, mostly occurred in District Rungkut, Gunung Anyar and Sukolilo with a concordance rate of land use with RDTRK is low primarily concerned with preservation of mangrove forest area that current conditions for about 70% of the area controlled by the private sector, this will require more attention to the future because of the reduced catchment area potentially increasing the risk of flooding in the region. Keywords : remote sensing, land use, mangrove, flood

 

ABSTRAK

Pesatnya perkembangan Kota Surabaya merupakan faktor penarik bagi penduduk dari luar kota Surabaya untuk urbanisasi dan menetap, Pertambahan jumlah penduduk tersebut akan terus menuntut peningkatan ketersediaan jumlah permukiman (real estate), apartemen, hotel, pusat-pusatperdagangan (mall) baik di daerah Surabaya Barat maupun di daerah Surabaya Timur, disamping industri dan pergudangan.

Surabaya telah melakukan berbagai pembangunan dan pengembangan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat seiring dengan meningkatnya jumlah populasi penduduk, salah satunya di wilayah pesisir Surabaya Timur yang sebagian besar merupakan areal tambak dan hutan mangrove. Wilayah Surabaya Timur merupakan daerah dengan perubahan lahan yang terjadi dengan cepat dari tahun ke tahun. Fenomena perubahan tata guna lahan mencakup wilayah yang luas dapat diamati dan dianalisa, salah satunya dengan teknologi penginderaan jauh. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan adanya perubahan tata guna lahan dari tahun 2003 sampai 2013 yang paling luas, yaitu pada sektor permukiman yang sebagian besar terjadi di Kecamatan Rungkut, Gunung Anyar dan Sukolilo dengan tingkat kesesuaian tata guna lahan dengan RDTRK tergolong rendah terutama berkaitan dengan kelestarian kawasan hutan mangrove yang kondisi saat ini sekitar 70% dari area tersebut dikuasai oleh swasta, hal ini menuntut perhatian yang lebih untuk kedepannya karena berkurangnya areal resapan yang berpotensi meningkatnya resiko banjir di kawasan tersebut.

 

Kata Kunci : Penginderaan Jauh, Tata Guna Lahan, Mangrove, Banjir

 

References

DAFTAR PUSTAKA

Sugiarto, Boni. (2005), “Model PerkembanganSpasial Surabaya Metropolitan Area (StudiKasus: KabupatenSidoajo Dan KotaSurabaya)”, Surabaya : FTSP-ITS.

Hariyanto,Teguh.(2005), “PengembanganSistemInformasiGeografisUntukPrediksiPenggunaan Dan PerubahanLahanMenggunakan Citra IkonosMultispektra”l. Surabaya : FTSP-ITS.

Wihono, Sri. (2005), “AnalisisPenginderaanJauh Dan SistemInformasiGeografis(Sig) UntukMemantauPerkembanganKawasanPermukimanBaru Di Kota Sidoarjo”.Surabaya : FTSP-ITS.

Arashirin’s Weblog. "KonsepDasarSistemInformasiGeografis",http://arashirin.wordpress.com/2007/12/31/konsep-dasar-sistem-informasi-geografis(diaksestanggal 20 Juli 2010)

Ginanjar, W.R. (2010)“KlasifikasiPerubahanPeruntukanLahandalamRencanaDetil Tata Ruang Kota(RDTRK) Surabaya Unit Pengembangan (UP) VIII SatelitMenggunakan Citra SatelitQuickbird. Surabaya” : Teknik Geomatika FTSP-ITS

LaporanAkhirRencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Surabaya 2013

LaporanAkhirSurabaya Drainage Master Plan 2018


DOI: http://dx.doi.org/10.30651/ag.v1i2.336
DOI (PDF (Bahasa Indonesia)): http://dx.doi.org/10.30651/ag.v1i2.336.g251

Refbacks

  • There are currently no refbacks.